PADANG – Video conference (vidcon) Selasa (05/05/2020), Gubernur Sumatra Barat dengan seluruh bupati/ walikota se Sumatra Barat, dilakukan terkait perpanjangan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Dari 221 kasus yang positif dimana 40 diantaranya merupakan bawaan dari perantau, bisa disimpulkan bahwa covid-19 merupakan impor dari luar negeri dan lokal,” ungkap Irwan Prayitno (IP) selaku Gubernur Sumatera Barat dalam  vicon tersebut, sebagaimana yang dikutip oleh RICOADIUTAMA (dot) COM, melalui Humas Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman.

Baca juga: Padang Pariaman Setuju PSBB Diperpanjang, IP: 40 Kasus Bawaan Perantau

Ia juga menekankan, agar menggerakkan aksi tidak mudik dan perketat pergerakan masyarakat antar kabupaten/kota dan selalu dukung Kepolisian dan TNI untuk menghentikan mudik sehingga rantai Covid-19 dapat diputus dan diselesaikan secara cepat pada pelaksanaan PSBB berikutnya.

“Kami berharap dengan cara mentracking cepat dapat menyelesaikan permasalahan Covid-19 ini dan kami berpesan kepada seluruh bupati/ walikota agar dapat memastikan tidak ada pendatang yang datang,” imbuh IP.

IP juga menekankan kepada Bupati Padang Pariaman, agar lebih melakukan pengetatan terhadap pemberlakuan PSBB dikarenakan masih ada mesjid yang melakukan shalat jumat dan tarawih berjamaah.

Sekaitan untuk perpanjangan PSBB, IP juga mengatakan saat ini sudah berlangsung pengetatan di jalan raya pada batas provinsi dan batas kabupaten/ kota.

“Dalam pelaksanaan PSBB pasar masih tetap dibuka sesuai arahan Presiden RI. Namun, tetap menerapkan protokol Covid-19 yakninya dengan menjaga jarak dan penyedian washtafel untuk cuci tangan. Karena, tujuan tetap dibukanya pasar agar dapat memenuhi kebutuhan pada saat ramadhan dan lebaran nantinya,” tegas IP.

Ia juga mengatakan untuk pelaksanaan ibadah di mesjid yang diperbolehkan hanya untuk pelaksanaan shalat jumat dengan catatan jamaah yang datang warga asli dan bukan pendatang.

“Pelaksanaan PSBB selanjutnya akan ada pengetatan dan pelonggaran dengan catatan tetap mengikuti protokol Covid-19, dan pelaksanaan PSBB akan dilaksanakan hingga 29 Mei dengan tujuan agar masyarakat tidak merayakan lebaran yang berpotensi cepat penyebarn virus,” pungkas IP. (Release/ RPG Netowrks/****)

Berbagi Yuk!