Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 di Kabupaten Solok, terpantau sedikit memanas. Pasalnya, pasca berpisahnya Epyardi Asda (EA) dengan Yulfadri Nurdin (YN), mulai terjadinya upaya saling sindir di media sosial.

Ketika saya berdikusi banyak dengan YN, yang saat ini menjabat Wakil Bupati Solok aktif, Ia mengaku ikhlas dengan semua yang terjadi. Sebab, baginya politik hanyalah instrument perjuangan untuk berbuat demi daerahnya (Kabupaten Solok.red).

Pandangan YN sederhana, bahwa Ia awalnya melihat EA memiliki semangat yang besar untuk masa depan daerahnya itu. Apalagi, di dunia politik EA memang terbilang sudah memiliki pengalaman dan koneksi yang cukup untuk memajukan Solok kedepannya.

Tetapi, yang namanya politik; tidak ada kawan dan lawan yang abadi. Walaupun YN sudah menyatakan siap mendampingi EA dalam berbagai kapasitas (pengakuan di Lipsus RAU TV), baik menjadi Tim Sukses maupun mendampinginya kelak di Pilkada, Ia tidak ambil pusing, tetapi hubungan itu akhirnya terputus karena sesuatu hal yang sulit diungkapkan.

Klik Liputan Khusus YN di RAU TV:

Jelang Pilkada Solok, Yulfadri Nurdin Beberkan Jati Diri Epyardi Asda?

Singkat cerita, ditengah jalan, masih dalam menentukan partai pengusung dan pasangan, YN dan EA akhirnya berpisah. Masing – masing mereka mencari pelabuhannya, baik itu soal partai maupun soal pasangan.

Jelang pendaftaran pasangan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang dikabarkan minggu pertama September 2020 ini, EA sudah menentukan pendampingnya, yakni sang Ketua Legislator/ Ketua DPRD Kabupaten Solok, yakni Jon Firman Pandu (JFP) dan diusung oleh Partai Gerindra serta Partai PAN.

Tidak mau kalah, YN pun akhirnya melabuhkan pilihannya untuk mendampingi Nofi Candra (NC), yang dikabarkan pula diusung oleh PPP dan Partai Nasdem.

Sementara itu, jika diuji dari sisi pembagian wilayah, pasangan NC-YN memiliki komposisi yang mendekati ideal, yakni YN berasal dari Solok daerah Selatan; Alahan Panjang, Gumanti dan NC berasal dari Solok daerah Utara Saniangbaka Kecamatan X Koto Singkarak dan dikenal cukup berpengaruh serta kompak warga dan tokoh masyarakatnya.

Pengaruh NC sebagai anak muda berbakat dan pengusaha sukses, sudah teruji. Ia pun pernah menjabat sebagai senator di Senayan (Anggota DPD RI). Sementara YN, sudah duduk menjadi Wakil Bupati Solok. Maka, peluang keduanya berpasangan cukup besar dari sisi pengalaman dan posisi serta pembagian wilayah basis.

Melihat kondisi tersebut, sangat mungkin bisa dikatakan NC – YN adalah ancaman potensi politik bagi EA-JFP. Walaupun dikabarkan EA adalah pemilik destinasi wisata Cinangkiak yang berduit dan memiliki logistik yang berlebih dibandingkan pasangan lainnya di Pilkada Solok itu.

Selengkapnya, mari kita saksikan setiap langkah kedua pasangan ini setelah mendaftar dan mengikuti tahapan KPU kelak.*)


*). RICO ADI UTAMA


 

BUTUH KONSULTASI & PUBLIKASI UNTUK KAMPANYE SERTA PEMENANGAN ANDA?

HUBUNGI KAMI:

RICO ADI UTAMA

  1. Pemimpin Redaksi Koran Persada Post
  2. Pemimpin Redaksi www.ricoadiutama.com
  3. Pemimpin Redaksi www.persadapost.com
  4. Pemimpin Redaksi RAU TV (TV Berbasis Digital)

Hot Line: +62 823 8645 2204

Atau, datang ke Kantor Redaksi Kami:

Jln. Durian Tarung RT03/ RW 06, Kelurahan Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang Padang, Provinsi Sumatera Barat (Setelah Kantor Pengadilan Agama Kota Padang).

Berbagi Yuk!