• August 7, 2020

Prof. Salmadanis: Tanda-Tanda Orang Yang Bersyukur (Menghadapi Covid 19 Dengan Sabar & Syukur)

 Prof. Salmadanis: Tanda-Tanda Orang Yang Bersyukur (Menghadapi Covid 19 Dengan Sabar & Syukur)

Prof. Salmadanis

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Wahai  Pencinta Kajian Islam dan Jamaah Majlis Ta’lim, di mana saja berada.  Kajian Islam selanjutnya adalah ‘Syukur’.

“Syukur dan kufur itu sangat tipis sekali”.

 

UNTUK itu mari kita bersyukur atas segala nikmat yang diberikan oleh Allah SWT, kepada kita dalam berbagai situasi dan kondisi apapun; agar nafsu, akal dan hati ini tidak kemana-mana tapi ada bersama Allah SWT, dalam ketaatan.

 

TANDA-TANDA ORANG YANG BERSYUKUR

(Bagian 5)

Adapun tanda – tanda orang yang bersyukur itu adalah:

1. Mengakui dan Menyadari Bahwa Allah Telah Memberinya Nikmat

Orang yang bersyukur senantiasa menisbatkan setiap nikmat yang didapatnya kepada Allah Ta’ala. Ia senantiasa menyadari bahwa hanya atas takdir dan rahmat Allah semata lah nikmat tersebut bisa diperoleh. Sedangkan orang yang kufur nikmat senantiasa lupa akan hal ini. Dari Ibnu Abbas Radhiallahu’anhuma, ia berkata,

مُطِرَ النَّاسُ على عهدِ النَّبيِّ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ فقالَ النَّبيُّ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ أصبحَ منَ النَّاسِ شاكرٌ ومنهم كافرٌ قالوا هذهِ رحمةُ اللَّهِ وقالَ بعضُهم لقد صدقَ نوءُ كذا وكذا

“Ketika itu hujan turun di masa Nabi Saw, lalu Nabi bersabda, ‘Atas hujan ini, ada manusia yang bersyukur dan ada yang kufur nikmat. Orang yang bersyukur berkata, ‘Inilah rahmat Allah.’ Orang yang kufur nikmat berkata, ‘Oh pantas saja tadi ada tanda begini dan begitu”. (HR. Muslim No.73)

 

2. Menyebut-Nyebut Nikmat yang Diberikan Allah

Mungkin kebanyakan kita lebih suka dan lebih sering menyebut-nyebut kesulitan yang kita hadapi dan mengeluhkannya kepada orang-orang. “Saya sedang sakit ini.” “Saya baru dapat musibah itu..” “Saya kemarin rugi sekian rupiah..”, dll. Namun sesungguhnya orang yang bersyukur itu lebih sering menyebut-nyebut kenikmatan yang Allah berikan. Karena Allah Ta’ala berfirman,

وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ

“Dan nikmat yang diberikan oleh Rabbmu, perbanyaklah menyebutnya”. (QS. Adh-Dhuha: 11).

 

Namun, tentunya tidak boleh takabbur (sombong) dan ‘ujub (merasa kagum atas diri sendiri).

 

3. Menunjukkan Rasa Syukur dalam Bentuk Ketaatan kepada Allah

Sungguh aneh jika ada orang yang mengaku bersyukur, ia menyadari segala yang ia miliki semata-mata atas keluasan rahmat Allah SWT, namun di sisi lain melalaikan perintah Allah dan melanggar larangan-Nya; ia enggan shalat, enggan belajar agama, enggan berzakat, memakan riba, dan lain-lain. Jauh antara pengakuan dan kenyataan. Maka, Allah Ta’ala berfirman:

وَلَقَدْ نَصَرَكُمُ اللَّهُ بِبَدْرٍ وَأَنْتُمْ أَذِلَّةٌ فَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya”. (QS. Ali Imran: 123)

 

Maka rasa syukur itu ditunjukkan dengan ketakwaan.

*****

Wahai sahabat-sahabat dan kaum muslimin, hadapilah kehidupan ini dengan bersyukur kepada nikmat Allah SWT, karena antara syukur dan kufur itu sangat tipis.

Oleh: Prof. DR. H. Salmadanis, MA

(Pimpinan Pusat Dakwah, Studi Islam dan Majlis Ta’lim Sumatera Barat)

 

Berbagi Yuk!

Related post