• August 7, 2020

Profesor Salmadanis: Darjad Tawakal (Cara Menghadapi Wabah Covid-19 Dengan Tawakkal)

 Profesor Salmadanis: Darjad Tawakal (Cara Menghadapi Wabah Covid-19 Dengan Tawakkal)

Prof. Salmadanis

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Wahai pencinta Kajian Islam dan Jamaah Majlis Ta’lim di mana saja berada. Dalam beberapa tulisan kedepan kita akan memaparkan  Kajian Islam terkait dengan  ‘TAWAKKAL’.

Bagaimana pula metodologi tawakkal mampu Menghadapi wabah Covid-19, yang saat ini  sedang melanda berbagai aspek kehidupan manusia dalam berbagai lini, seperti;  sehidupan sosial, ekonomi, budaya, pendidikan, bahkan menjalankan ajaran agamapun secara normal dan sempurna tidak lagi menurut semestinya.

Untuk itu mari kita ikuti dengan baik, agar jiwa dan akal kita tenang menerima ketentuan  Allah SWT. Aamiin ya Allah…

 

T A W A K K A L L A H

(Bagian 3)

Darjad Tawakkal

  1. Ma’rifat pada Allah SWT dan segala sifat-Nya setidaknya meliputi kekuasaan-Nya, keagungan-Nya, keluasan ilmu-Nya, keluasan kekayaan-Nya, semua urusan akan kembali pada-Nya dan semua yang terjadi atas kehendak-Nya dan seterusnya serta semua yang terjadi ada kepentingan Allah terhadap kehidupan manusia.
  2. Mempunyai keyakinan tentang keharusan untuk berbuat dan berusaha, sebab siapa yang menafikan keharusan adanya usaha, maka tawakalnya tidak dibenarkan sama sekali. Seperti layaknya seseorang yang pergi haji lalu hanya duduk di rumahnya, ini mengartikan sampai kapan pun ia tidak akan pernah bisa sampai ke Mekah. Akan tetapi hendaknya ia mulai menabung dan kemudian pergi kesana dengan kendaraan yang bisa menyampaikan tujuan itu.
  3. Terdapat ketetapan hati dalam mentauhidkan atau mengesakan Dzat yang ditawakali yakni Allah SWT, sebab tawakal wajib diikuti juga dengan keyakinan akan ketauhidan Allah SWT. Apabila hati mempunyai ikatan kesyirikan dengan sesuatu selain Allah SWT, maka itu akan membatalkan ketawakalan.
  4. Menyandarkan hati seluruhnya pada Allah SWT dan menjadikan keadaan hati yang tenang hanya saat mengingat diri pada Allah. Hal ini seperti halnya bayi yang hanya dapat tenang apabila mendapat susu ibunya. Seperti halnya seseorang yang tawakal dan ia hanya dapat tenang apabila berada dilindungan Allah SWT.
  5. Husnudzan [berbaik sangka] pada Allah SWT, sebab tidak mungkin orang yang bertawakal pada sesuatu yang ia bersu’udzan padanya. Tawakal hanya bisa dilakukan pada sesuatu yang dihusndzani dan yang diharapkan.
  6. Pasrah dengan jiwa seluruhnya hanya pada Allah SWT, sebab orang yang tawakal harus memakai seluruh hatinya dan menyerahkan segalanya pada yang ditawakali. Tawakal tidak akan terjadi jika tidak dilakukan sepenuh hati dengan cara memasrahakn seluruh hati hanya pada Allah.
  7. Menyerahkan, mewakilkan, mengharapkan dan pasrah dengan segala sesuatu hanya pada Allah SWT dan inilah yang menjadi hakekat tawakal seperti yang difirmankan Allah SWT [QS 40:44], “Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya”.
  8. Membuktikan kepatuhan dengan perkataan, perbuatan dan perilaku hanya kepada Allah saja.
  9. Mengikuti Allah dan Rasul serta pemimpin yang punya otoritas untuk kemashlahatan manusia semua

 

Semoga bermanfaat….

*****

Wahai sahabat-sahabat dan kaum muslimin, hadapilah kehidupan ini dengan ‘Tawakal’, Karena Allah SWT mencintai orang yang sabar dan Allah bersamanya.

 

*) Oleh : Prof.DR.H.Salmadanis,MA

(Ketua Pusat Dakwah dan Studi Islam dan serta Majlis Ta’lim Sumbar)

 

Berbagi Yuk!

Related post