• August 8, 2020

Profesor Salmadanis: Doa Agar Kita Senantiasa Menjadi Orang Yang Bertawakkal

 Profesor Salmadanis: Doa Agar Kita Senantiasa  Menjadi Orang Yang Bertawakkal

Prof. Salmadanis

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Wahai pencinta Kajian Islam dan Jamaah Majlis Ta’lim di mana saja berada. Dalam beberapa tulisan kedepan kita akan memaparkan Kajian Islam terkait dengan  ‘Tawakkal’.

Bagaimana pula metodologi tawakal mampu Menghadapi wabah Covid-19 yang saat ini  sedang melanda berbagai aspek kehidupan manusia dalam berbagai lini, seperti kehidupan sosial, ekonomi, budaya, pendidikan, bahkan menjalankan ajaran agamapun secara normal dan sempurna tidak lagi menurut semestinya.

Untuk itu mari kita ikuti dengan baik, agar jiwa dan akal kita tenang menerima ketentuan dan ketetapan Allah SWT.

 

T A W A K K A L L A H

(Bagian 7)

Doa Agar Kita Senantiasa  Menjadi Orang Yang Bertawakkal

اللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ، اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِعِزَّتِكَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَنْ تُضِلَّنِى، أَنْتَ الْحَىُّ الَّذِى لاَ يَمُوتُ وَالْجِنُّ وَالإِنْسُ يَمُوتُونَ

“Allahumma laka aslamtu wa bika amantu wa ‘alaika tawakkaltu, wa ilaika anabtu, wa bika khoshomtu. Allohumma inni a’udzu bi ‘izzatika laa ilaha illa anta an tudhillani. Antal hayyu alladzi laa yamuut wal jinnu wal insu yamuutun”.

Artinya : Ya Allah, aku berserah diri kepada-Mu, aku beriman kepada-Mu, aku bertawakal kepada-Mu, aku bertaubat kepada-Mu, dan aku mengadukan urusanku kepada-Mu. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung dengan kemuliaan-Mu – tidak ada ilah (sesembahan) yang berhak disembah selain Engkau – dari segala hal yang bisa menyesatkanku. Engkau Mahahidup dan tidak mati, sedangkan jin dan manusia pasti mati. (HR. Muslim, no. 2717)

 

حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ

وَلَاحَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ

“Hasbunallah wa ni’mal wakiil, ni’mal maulaa wa ni’man nashiir, Wa laa haula wa laa quwwara illaa billahil ‘aliyyil adziim”.

Artinya : Cukuplah Allah sebagai tempat diri bagi kami, sebaik-baiknya pelindung dan sebaik-baiknya penolong kami.

Tidak ada daya dan tidak ada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.

 

Kenapa harus berdoa?

Do’a adalah permohonan seorang hamba kepada Tuhannya. Do’a merupakan inti dari aktifitas ibadah yang paling agung. Sebagian Ummat Islam memahami bahwa Do’a dapat dijadikan sebagai jalan (Thariqah ) untuk menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapinya.

Mereka sangat mengandalkan Do’anya sendiri, atau meminta pertolongan dengan Do’anya Orang-orang Shalih. Mereka enggan berusaha dan berikhtiar, upaya yang ditempuh hanya satu, yaitu Berdo’a kepada Allah SWT.

Mereka senantiasa mengharapkan munculnya keajaiban-keajaiban dari Do’a.

Disisi lain, ada ummat Islam yang malas berdo’a. Karena mereka tidak yakin, bahwa do’anya akan dapat menyelesaikan masalah hidup yang dihadapinya.

Jika mereka berdo’a, hanya sebatas “formalitas” belaka. Yang penting sudah berdo’a, tidak terlalu berharap do’anya akan dikabulkan. Mereka sangat mengandalkan ikhtiarnya.

 

Maka Kedudukan Doa Sesungguhnya adalah:

Rasulullah saw bersabda:

الدُعَاءُ مُخُّ العِبَادَةِ

“Do’a itu adalah otaknya ibadah”. (HR. Tirmidzi)

 

لَيْسَ شَيْءٌ اَكْرَمُ عَلَى اللهِ مِنَ الدُّعَاءِ

“Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah, selain daripada do’a”. (HR. Ibnu Majah dari Abu Hurairah)

 

مَنْ لَمْ يَسْألِ اللهَ يَغْضَبْ عَلَيْهِ

“Siapa saja yang tidak mau memohon (sesuatu) kepada Allah, maka Allah akan murka kepadanya”. (HR. Tirmidzi dari Abu Hurairah)

 

سَلُوا اللهَ مِنْ فَضْلِهِ فَإِنَّ اللهَ يُحِبُّ اَنْ يُسْأَلَ

“Mintalah kepada allah akan kemurahannya, karena sesungguhnya allah senang apabila dimintai (sesuatu)”. (HR. Tirmidzi dari ibnu mas’ud).

 

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُوْ بِدَعْوَةِ اللهِ إلاَّ اَتَاهُ اللهُ اِيَّاهَا، اَوْ صَرَّفَ عَنْهُ مِنَ السُّوْءِ مِثْلِهِ

“Tidak ada seorang muslimpun di muka bumi ini yang berdo’a kepada allah, kecuali akan dikabulkan do’anya, atau dijauhkan suatu keburukan/musibah yang serupa”. (HR. Tirmidzi dan hakim dari ubadah ibn shamit).

 

Tujuan berdo’a:

  1. Untuk melaksanakan perintah Allah SWT.
  2. Untuk mendapatkan pahala dari Allah.
  3. Sebagai amal ‘ibadah dan manifestasi ketundukan kepada Allah.
  4. Untuk memenuhi suatu kebutuhannya, baik dalam perkara dunia maupun akherat.
  5. Do’a juga dapat digunakan untuk menghilangkan rasa sedih berkaitan dengan urusan duniawi dan akherat.
  6. Jika doa dikabulkan maka Hal itu merupakan anugerah dari Allah SWT. Pemenuhannya-pun akan sejalan dengan hukum sebab-musabab. Jika kebutuhannya tidak terpenuhi, akan tetap mendapat pahala dari Allah SWT.

 

Semoga bermanfaat….

*****

Wahai sahabat-sahabat dan kaum muslimin, hadapilah kehidupan ini dengan ‘Tawakal’, Karena Allah SWT mencintai orang yang sabar dan Allah bersamanya.

 

*) Oleh : Prof.DR.H.Salmadanis,MA

(Ketua Pusat Dakwah dan Studi Islam serta Majlis Ta’lim Sumbar)

Berbagi Yuk!

Related post