AROSUKA –  Video Conference (Vidcon) yang dilaksanakan oleh Irwan Prayitno (IP) selaku Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Jum’at (1/5/2020) bersama Bupati/ Walikota se Sumatera Barat beserta Muspida Provinsi Sumbar membahas secara mendasar evaluasi tentang pemberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), dalam rangka memutus penyebaran Pandemi Covid 19/ Novel Coronavirus di Ranah Minangkabau/ Sumatera Barat ini.

Gubernur IP, dalam Press Release yang disampaikan oleh Humas Pemerintah Kabupaten Solok kepada www.ricoadiutama.com (RPG Networks), menyebutkan bahwa PSBB di wilayah Sumbar akan berakhir pada tanggal 5 Mei 2020. Lalu, kemarin itu, pihaknya mendiskusikan terkait dengan tindakan para Kepala Daerah dan stakeholder terkait selanjutnya; apakah PSBB dilanjutkan atau cukup sampai tanggal 5 Mei 2020.

Dalam Vicon tersebut, ada beberapa alternatif yang ditawarkan Gubernur IP, yakni: 1). PSBB dilanjutkan 2 minggu kedepan setelah tanggal 5 Mei 2020, 2). Bagi nagari/ komplek/ daerah yang memang tidak ada indikasi Covid-19 diberikan kelonggaran untuk isolasi daerah terkait saja dan diberi kebebasan dengan syarat tertentu, 3). Bagi daerah yang masih negatif dibolehkan untuk tidak lanjut PSBB, dan 4). PSBB cukup sampai tanggal 5 Mei 2020 saja.

“Sebagai evaluasi PSBB saat ini, masih kita temukan berbagai aktivitas masyarakat di keramaian, seperti; masjid masih ada yang aktif, pasar dan mobilitas/ aktivitas di jalanan. Jika masih adanya kegiatan keramaian, maka peluang untuk penularan Covid-19 ini akan terus bertambah,” ungkap Gubernur IP, dalam Vicon itu.

 

“Indikator berhasil atau tidaknya PSBB ini ialah dengan melihat bertambahnya korban positif baru diwilayah yang berbeda dengan korban sebelum pelaksanaan PSBB. Untuk kendaraan yang keluar masuk ke wilayah Sumbar sudah kita perketat dengan dasar Permenhub No. 25 tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Lebaran Idul Fitri 1441 H,” imbuhnya.

“Tracking bagi masyarakat yang berada di wilayah pasien Covid-19 atau yang kontak langsung akan kita perketat juga. Untuk kegiatan pasar hendaknya tetap dibuka, karena berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat (khususnya sembako) dengan tetap memperhatikan protap PSBB,” pungkasnya.

Sementara itu, H. Gusmal,SE,MM selaku Bupati Kabupaten Solok, lewat kesempatan Vicon itu menyampaikan, bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Solok juga telah melakukan rapat evalusi terkait dengan pelaksanaan PSBB di wilayahnya.

Kesimpulannya, PSBB di Kabupaten Solok sudah berjalan dengan cukup baik, meski demikian masih ada beberapa hal yang masih perlu diperbaiki.

“Kita juga masih akan lakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar memahami pelaksanaan PSBB saat ini. Untuk kegiatan pasar, memang sulit di minimalisir, karena berkaitan dengan kebutuhan masyarakat. Tetapi, kita juga telah menyerahkan kepada camat, wali nagari dan Forkopimcam untuk menetapkan bagaimana pelaksanaannya,” papar Gusmal.

“Untuk kegiatan masjid/ mushallah/ surau, kita pemerintah Kabupaten Solok juga sudah membentuk tim monitoring dan tim terpadu guna memantau kegiatan ibadahnyadi berbagai nagari-nagari,” tukas Gusmal.

Gusmal menjelaskan, bahwa pihak juga mengusulkan kepada Gubernur Sumbar; jika pelaksanaan PSBB dicukupkan satu periode saja, maka itu berlaku untuk semua kabupaten/ kota se Sumbar. Tetapi, jika dilanjutkan maka juga diberlakukan untuk seluruh kabupaten/ kota se Sumbar.

Untuk diketahui, Vicon tersebut selain diikuti oleh Bupati/ Walikota beserta jajaran dan Muspidanya, juga diikuti oleh Wagub Sumbar Nasrul Abit (NA), Forkopimda Prov. Sumbar, Perwakilan BNPB Pusat (Imanuel), Ketua MUI Sumbar (Gusrizal Gazahar) dan dr. Defriman Djafri selaku Dekan Fakultas Kesmas UNAND. (RPG Networks/****)

Berbagi Yuk!