PADANG PARIAMAN – Ketika pemuda sedang bersemangat berbakti untuk kampung halamannya, ada – ada saja pihak yang dengki. Seharus, ketika pemuda bergerak dan berbuat positif, dukunganlah yang tentunya harus diberikan, bukan memprotes apalagi melakukan intervensi dan perbuatan tidak terpuji lainnya.

Peristiwa itu nyata terjadi di Kecamatan Sungai Geringging, Kabupaten Padang Pariaman (PaPa), disaat beberapa Organisasi Kelompok Pemuda (OKP) yang anggotanya, khusus berasal dari kecamatan itu dan sekitarnya, membentuk sebuah komunitas gabungan yang diberi nama #SugerBergerak.

Baca juga: Walau Dihalangi Oknum Pejabat Kampung, #SugerBergerak Tetap Salurkan Bantuan II

 

Komunitas itu melakukan bakti sosial (baksos) untuk membantu warga yang terdampak Covid 19, terkhusus dikampungnya itu. Sudah banyak donasi terkumpul dan mereka sudah salurkan kepada yang berhak menerima hingga tahap yang kedua kalinya hingga saat ini.

Tetapi, ditengah perjalanan, seorang oknum pejabat kampung disana menegur salah seorang dari anggota Tim #SugerBergerak, sebagaimana informasi yang disampaikan oleh Rudi Koto, selaku Koordinator Tim kepada RICOADIUTAMA(dot)COM (Member RPG Networks).

‘Perangai’ (Indonesia; perbuatan, prilaku) oknum pejabat itu tidak mencerminkan pengayoman seorang pejabat semestinya. Bukan itu saja, di Minangkabau ada pepatah yang sangat fenomenal, yakni; Anak Dipangku Kamanakan Dibimbiang, Urang Kampuang Dipatengganggkan (Indonesia; Anak Dipangku Kemenakan Dibimbing, Toleransi Kepada Orang Kampung).

Sungguh, perangai oknum pejabat itu, tidak mencerminkan sedikitpun pepatah tersebut. Malah bisa dikatakan sangat bertolak belakang dan tidak sesuai dengan Adat Alam Minangkabau di Sumatera Barat.

Menyikapi hal itu, dua orang anggota DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kabupaten Padang Pariaman yang berhasil dikonfirmasi media ini, mengaku menyayangkan dan ‘berang’ (Indonesia: marah) sekali mendengar perangai oknum yang berulah itu.

Selain kedua anggota DPRD itu, juga Dendi Yusma Hendra selaku Ketua Jaringan Pendamping Kinerja Pemerintah (JPKP) dan Jaringan Mitra Kepolisian (MITPOL) Kabupaten Padang Pariaman, meradang menyikapi oknum pejabat kampung tersebut.

Baca juga: #SugerBergerak Terkesan Dihalangi, Dendi YS Ketua DPD JPKP & MITPOL Padang Pariaman Meradang!

 

“Ya sangat disayangkan kalau ada oknum pejabat di kampung atau tokoh yg menghalangi niat baik pemuda yang sedang mencari jalan keluar mengumpulkan bantuan bagi warga yang terdampak ekonominya dengan wabah Covid19 ini. Apalagi sampai saat ini tidak jelas arah kebijakan pemerintah daerah untuk membantu masyarakat,” ujar Harmadian, Anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman dari Fraksi Gerindra, kepada media ini, Sabtu (9/5/2020).

“Seharusnya gerakan Pemuda itu kita dukung, jangan ada yang menghalangi atau menekan adik – adik itu. Kalau tidak bisa membatu mereka, minimal dukungan morallah. Kita mestinya berterima kasih kepada mereka, yang sudah mau membantu masyarakat kita yang kurang mampu walaupun dengan patungan satu sama lainya atau mencari donatur kepada warga yang mampu,” tukuk Happy Neldi, Anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman, dari fraksi yang sama dengan Harmadian.

“Nah… ini patut kita contoh (#SugerBergerak) dan kita dukung dengan semangat. Kalau kita tidak bisa membantu dengan uang, mungkin dengan sembako,” pungkas Happy Neldi. (RPG Networks/ ****)

Berbagi Yuk!